Banyak Membaca, Aksara Karya Menuju Nusantara

“Kebiasaan banyak membaca adalah kunci untuk membuka jendela dunia dan memperluas wawasan kita.”

Membaca dalam diam adalah jawaban terbaik untuk semua pertanyaan. Tersenyum adalah reaksi membaca terbaik dalam semua situasi   yang kita lalui.

Membaca buku adalah kegiatan yang kurang menarik bagi sebagian orang, bahkan membaca adalah hal yang sangat tidak disukai bagi sebagian orang. di zaman AI ini  cenderung menganggap bahwa membaca buku adalah kegiatan yang kuno dan membosankan. Bukankah membaca buku merupakan kebiasaan baik yang perlu dilestarikan?.

Tetapi,mengapa tempat untuk membaca buku yaitu, perpustakaan sangat sepi dan merupakan tempat yang tidak menarik bagi sebagian anak lainnya?.Sebagian besar mereka lebih suka mengunjungi kantin dari pada perpustakaan disaat jam pelajaran kosong, lebih suka bermain dan mengobrol dunia imajinasi teknologi  hasil gaming dan literasi dengan  menyatukan gerak tubuh sampai gerakan jari yang penuh ekspresi cepat viral di berbagai  belahan dunia saaat ini.

  Padahal, Membaca adalah kebiasaan unik budaya yang sangat baik dan perlu dikembangkan dalam hidup di bumi. Buku yang baik dapat memberi informasi, mencerahkan, dan membimbing ke arah yang benar. Tidak ada teman yang lebih baik daripada buku yang menarik.

Beberapa waktu lalu aku menemukan bacaan sangat menarik ketika berjalan – jalan ke rumah mbah google, aku disambut dengan hangatnya  beberapa hidangan informasi penting yang unik dengan menggambarkan imajinasi penuh diksi, tentang keadaan  kebiasan masyarakat Indonesia saat ini. https://www.kominfo.go.id/ menuliskan judul yang sangat unik untuk dibaca TEKNOLOGI Masyarakat Indonesia: Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos. Kesimpulannya bahwa Fakta pertama, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia. Bayangkan sekarang sudah tahun 2024 pasti kepemilikan gadget bertambah banyak dengan cepat karena aku sering mendapati anak kecil bahkan di bawah usia dariku sudah memiliki gadget pribadi.

Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan berkomentar di mediasosial bahkan youtube gamers yang sangat di minati anak – anak dari usia kecil sampai tua. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.

Coba saja bayangkan, ilmu minimalis, malas baca buku, tapi sangat suka menatap layar gadget berjam-jam, ditambah paling cerewet di media sosial pula. Jangan heran jika Indonesia jadi sasaran terlezat untuk info hoax. Kecepatan jari untuk langsung like dan share bahkan melebihi kecepatan otaknya. Padahal informasinya belum tentu benar, apakah kita sebagai generasi penerus bangsa akan mengikuti kebiasaan kurang bagus itu. Makanya kita harus mempunyai kebiasaan cinta bangsa, cinta sekolah dan cinta budaya membaca. Meskipun terkadang cinta membaca itu sulit untuk kita lakukan di keramaian. Coba ikuti beberapa cara yang sudah aku buktikan kepada diriku sendiri selama ini bahwa banyak membaca mejadikan banyak karya menuju Nusantara.

Yang pertama kita harus menempatkan dalam hati bahwa budaya membaca itu penting, dan buku merupakan teman terbaik yang bisa  kita percaya saat kesal, bosan, stress, kesepian atau kesal.Bahwa mereka akan menemani kita karena mereka rela berbagi informasi dan pengetahuan kapanpun saat  kita membutuhkanya. ada pepatah mengatakan buku yang bagus  akan membawa  kita ke jalan hidup yang benar.

Yang kedua kita harus percaya dengan membaca  kita memiliki pemikiran positif  yang membantu memahami dunia  dan teman menjadi lebih baik yang membuat pikiran akan terus aktif  bahkan kemampuan kreatif kita  meningkat apabila selalu berfikir positif. Buku yang baik akan memberi pelajaran cara berbicara santun dan apik bahkan menulis cerita dengan meningkatkan kosakata Bahasa yang tertata rapi seperti batu bata.

Yang Ketiga, tempatkan posisi buku sebagai gudang penyimpan ilmu  baik pengetahuan, budaya sejarah, kesehatan, seni  bahkan banyaknya informasi yang bisa membawa  kita berpetualangan ke dunia baru yang memberikan  perasaan kita jauh berimajinasi yang membuat otot – otot dalam otak kita menjadi sehat dan kuat. Sehingga saya merasakan dunia yang benar – benar baru begitu memulai membaca sebuah buku sehingga  menjadi terpikat sehingga tak ingin meninggalkannya sampai saya selesai membacanya.

yang KeEmpat, untuk meningkatkan ide sebuah karya kita harus berkolaborasi antara membaca buku dan membaca hati supaya terciptanya suatu besarnya imajinasi untuk berfantasi.contohnya kita harus membangun gambaran pemikiran kita saat berada di suatu tempat umum atau keramaian, contoh sederhana saat di sekolah  ku menemukan berbagai macam objek yang banyak sekali bahkan dari sudut pemikiran objek yang sangat  berbeda – beda. di sekolahku aku sering mengamati bahkan langsung berinteraksi dengan Bu Guru yang semuanya mempunyai karakter unik yang aku olah dalam hati aku pun berimajinasi dan menciptakan suatu fantasi sehingga menjadi sebuah karya  puisi bahkan ratusan kumpulan diksi unik memikat hati. Adapun pengalaman Bahagia, lucu Bersama kita akan menghasilkan membaca hati akan menjadi diary, saat ku jumpai burung, ulat pohon, tupai, bahkan hewan luwak dengan kita mengamati dan membaca hati kita berimajinasi dan berfantasi menjadikannya karya dongeng fiksi.

Membudayakan Kebiasaan baik itu sangat penting, kebiasan membaca, kebiasaan berbicara, kebiasaan apa yang kita tonton atau kita lakukan, budaya kebiasaan  adalah salah satu jiwa – jiwa  kualitas terbaik yang dimiliki seseorang. Apakah kamu setuju, buku dikenal sebagai teman terbaik. Jadi mari kita lestarikan Budaya literasi yang sangat penting untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang baik. Kita semua memulai membaca setiap hari setidaknya selama 30 menit untuk menikmati buah manis dari membaca. Sungguh menyenangkan bukan? duduk di tempat yang tenang dan menikmati membaca. Dengan membaca, kamu mengenal dunia.Dengan menulis kamu di kenal dunia. Ketika seseorang yang tak kukenal membaca tulisanku, lalu merasakan apa yang kusampaikan , maka aku telah bersahabat denganya.

“Baca juga: [Guru Penerang Hatiku].

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *